Barasuara, unit indie asal Ibukota, berhasil melaksanakan rangkaian “Taifun Tour 2016” mereka di kota Bandung yang bertempat di Bikasoga (13/5) kemarin. Bandung sendiri merupakan kota ke-5 dari enam kota yang dipilih oleh mereka untuk melaksanakan konser ini. Sebelumnya Yogyakarta, Malang, Surabaya, Solo telah terlebih dahulu disinggahi oleh Iga Massardi dkk. Terakhir, Jakarta di daulat sebagai penutup rangkaian pada 15 Mei mendatang.

Walaupun dengan harga tiket yang lebih mahal ketimbang di empat kota sebelumnya, ternyata hal itu tidak menjadi alasan para penggemar Barasuara untuk tidak datang menyaksikan band kesayangan mereka. Animo ‘garis keras’ Barasuara telah nampak mengantri panjang satu jam sebelum gate venue dibuka. Dari mulai remaja hingga orang dewasa turut ambil bagian dari “Taifun Tour 2016”

Sesaat setelah gate dibuka, penonton mulai memenuhi venue acara. Ketika awal memasuki venue, penonton disuguhkan dengan pameran foto-foto Barasuara dari awal mereka terbentuk hingga sekarang. Selain itu, terdapat juga wishing wall “Mengunci Ingatan” yang dapat ditulis oleh siapa saja yang datang di stickynotes yang kemudian bisa ditempel di area tersebut.

Voiceover pun mengisyaratkan bahwa konser akan segera dimulai, saat itu juga penonton berebut untuk memenuhi barisan depan. Teriakan-teriakan memanggil nama personel mulai menyeruak terdengar. Animo yang luar biasa untuk sebuah konser tunggal band indie. Satu persatu personel Barasuara naik ke atas panggung. Dimulai dari drummer Barasuara yang turut ditemani oleh adiknya, Marco dan Enrico, yang kemudian disusul oleh Gerald Situmorang (bassist), TJ Kusuma (gitaris), Iga Massardi (vokalis/gitaris), dan terakhir Puti Chitara (vokalis) juga Asterika (vokalis). Tepuk tangan riuh penonton menjadi sapaan awal dimulainya rangkaian ini.

Tak banyak basa basi, Barasuara mulai menggebrak lewat lagu pertama mereka, ‘Hagia’. Kemudian, disusul dengan lagu kedua, ‘Nyala Suara’. Penonton di setiap sudut venue ikut bernyanyi sembari bertepuk tangan. “Selalu senang kembali berada di Kota Bandung, animo yang luar biasa” ucap Iga menyapa penonton ketika beres membawakan lagu kedua. “Bandung gokil!” lanjut Gesit, sapaan akrab Gerald Situmorang.

Kembali sing a long lewat lagu ‘Tarintih’ yang berhasil membuat penonton berteriak histeris melihat aksi Gerald yang sudah bisa ditebak, lincah dan liar. Di lagu ‘Taifun’, Gerald menukar bassnya dengan gitar akustik dan posisi bassis digantikan oleh Puti sembari menyanyi. Tak sampai disitu, di lagu berikutnya, ‘Mengunci Ingatan’, Marco berhenti bermain drum yang digantikan oleh Enrico. Kemudian, Marco mengambil alih posisi bass dari Puti, sungguh meriah aksi panggung yang disajikan.

Di pertengahan pertunjukan, Iga Massardi memberikan isyarat bahwa lagu yang akan dibawakan selanjutnya merupakan lagu anyar mereka yang belum dirilis dan hanya dibawakan di dalam “taifun Tour 2016”. Lagu berjudul ‘Samara’ ini berhasil membuat penonton memberikan tepuk tangan meriah dan tak sedikit dari mereka mengabadikan lewat ponsel pintarnya.

Disusul dengan ‘Menunggang Badai’, ’Sendu Melagu’, ‘Api & Lentera’, dan terakhir lagu andalan mereka di album Taifun “Bahas Bahasa”. Konser malam itu ditutup dengan meet and greet dengan penggemar di area venue. Dari mulai untuk berfoto bersama hingga mengejar tanda tangan idola, membuat malam itu terasa istimewa untuk Barasuara dan para penggemarnya.

 

Foto: Davian Akbar