Setelah melalui beberapa waktu lalu, Music Gallery kembali hadir seiring dengan perayaan satu dekade nya. Dapat dibilang bahwa BSO Band FEB UI lagi-lagi sukses dalam menyelenggarakan acara bernamakan Music Gallery yang telah menemani kita setiap tahun sejak 2011 lalu. Acara yang tahun ini genap berusia 11 tahun mengusung “An Unspoken Euphony” sebagai tema besarnya. Adapun “An Unspoken Euphony” sendiri memiliki arti yang cukup mendalam, yaitu sebagai kata dan nada yang belum sempat tersampaikan. Bagi para musisi, acara ini dapat menjadi wadah dalam menceritakan kisah mereka yang tertuang dalam balutan nada-nada yang ter-visualisasikan dengan baik.

Acara yang terinspirasi dari konser solo para musisi ini berhasil membawakan suasana yang intim bagi para penontonnya. Menurut saya, hal ini tentu bukanlah penghalang bagi acara yang terpaksa direalisasikan secara online selama 2 tahun berturut-turut. The 11th Music Gallery pada tahun ini dapat diacungi jempol dan tidak bisa diremehkan begitu saja. Hal tersebut karena acara ini berhasil menyajikan beberapa performer yang belakangan sedang naik daun. Adapun musisi yang berkesempatan tampil adalah Remaja Senyum, Ranu Pani, Zufari, Dansmums, Hondo, Voxxes, Lomba Sihir, dan tak ketinggalan penampilan spesial dari Elephant Kind.

Sumber: youtube The Music Gallery

Menurut saya, dari lineup di atas, terdapat beberapa penampilan yang cukup menarik perhatian. Di antaranya adalah Ranu Pani yang membawakan lagu khas Psychedelic Pop-nya yang membuat saya seakan mengawang-awang dan memberikan suasana yang baru ketika saya mendengarnya. Selain itu, terdapat penampilan spesial dari Elephant Kind dengan kharismanya yang tak kunjung habis. Hal ini sedikit personal bagi saya, mengingat Elephant Kind mengiringi cinta monyet saya semasa duduk di bangku sekolah, sehingga senang rasanya bisa melihat penampilan dari band bergenre Indie Pop ini pada acara Music Gallery ke-11.

Acara ini ditutup dengan penampilan dari Lomba Sihir. Sebuah ide cemerlang dari BSO Band FEB UI untuk memasukkan penampilan dari band yang berisikan all star lineup Sun Eater. Lirik-liriknya yang kebanyakan relate mungkin merupakan salah satu faktor mengapa band ini memiliki banyak penggemar dengan rentang usia remaja seperti saya. Sehingga dapat dikatakan bahwa alunan-alunan melodi yang tanpa disadari menyihir hati dan pikiran ini merupakan sebuah performance yang cocok untuk menutup sebuah acara. Semoga pandemi cepat berlalu agar kita bisa merasakan euforia dari Music Gallery secara langsung pada tahun depan.