Seakan berada di sebuah padang rumput hijau, dengan semilir angin yang membawa kesejukan, dan birunya langit yang menyadarkan betapa luasnya negeri ini. Perasaan senang pun muncul entah dari mana datangnya. Mungkin karena keinginan ingin sedikit berlari sambil menari, atau terbuai dengan bayangan gerakan indah sang penari. Inilah sedikit gambaran dari kesan yang didapat ketika mendengarkan sebuah single dari Parahyena yang berjudul “Penari”.

Grup musik akustik asal Bandung ini mengemas musik akustik dengan sentuhan warna etnik, hal ini terdengar jelas dari indahnya suara alat musik tradisional di beberapa bagian dalam lagu “Penari” ini. “Hal itu dimaksudkan untuk memberi ruang pilihan yang lain bagi banyak kawula muda saat ini yang memilih dan mendengar musik folk sebagai identitas barunya”, jelas Parahyena melalui rilis pers yang diterima Gilanada.

Band yang berdiri sejak 11 Juli 2014 ini terdiri dari Sendy (vocal, guitalele), Radi Tajul Arifin (gitar, vocal latar), Saipul Anwar (contrabass), Cep Iman (violin), Fajar Aditya (cajon) dan Hendri ‘ekek’ (bangsing). Sesuai dengan judulnya, lagu “Penari” bercerita tentang ketertarikan manusiawi mata lelaki/perempuan ketika melihat sang penari. “Alunan gerak, kerlingan mata, lentikanya jemari, gemulai tubuh, seakan ada makna yang ingin penari tawarkan disana, walau terkadang tak tahu apa arti dari maksudnya”, jelas Parahyena.

foto: twitter @parahyena

foto: twitter @parahyena

Penari, tetaplah seperti itu, tetaplah menjadi tubuh yang senantiasa membuai mata para penikmatnya… -Parahyena-

Bagi yang ingin ikut terbuai dan menari dengan alunan musik Parahyena, silakan klik Parahyena – Penari untuk mengunduh