Kemunculan Lokatara sebagai promotor baru sempat hangat dibicarakan. Begitupula dengan diadakannya Lokatara Music Festival, acara yang disebut-sebut sebagai pernyataan eksistensi Lokatara di Industri Musik. Namun, sebelum acara ini diselenggarakan sudah banyak kritik yang beredar mengenai pemilihan guest star. Sebelumnya, Lokatara telah mengadakan Lokatara Live yang mengundang Phum Viphurit, musisi asal thailand yang dikenal dengan lantunan “Lover Boy” serta “Long Gone” yang juga mendapatkan ketenaran lewat kanal Youtube. Melalui pemilihan line up ini, anggapan bahwa Lokatara hanya memanfaatkan fame dari musisi “youtube recomendation” belaka muncul. Namun benarkah itu semua?

Tepat pada Jumat (23/11) lalu, Lokatara Music Festival diadakan di Kuningan City Ballroom. Tak hanya menampilkan line up yang terdiri dari beberapa band lokal serta internasional pada main stage, namun juga terdapat GAC stage yang menawarkan suguhan musik outdoor. Selain itu terdapat juga beberapa fasilitas unik yang ditawarkan seperti movie box, karaoke box, dan dua instalasi seni. Dari seluruh hal yang ditawarkan perhatian saya tertuju pada instalasi seni karya Kinara Darma, sebuah proyek inisiatif yang dilahirkan oleh pasangan suami istri Yoga Prathama dan Utari Intan, bekerja sama dengan Modulight, instalasi ini diberi nama “Voice From The Other Side”, berbentuk kata-kata yang di visualisasikan dalam bentuk video serta seni cahaya yang menarik, instalasi ini berbicara mengenai mimpi dan harapan, memberikan pesan kepada setiap pengunjungnya, bahwa mimpi dan harapan akan berjalan sesuai cara pikir yang mereka pilih, baik atau buruk.

Memasuki lokasi main stage saya menemukan wajah-wajah familiar yang menyatakan bahwa para pengunjung merupakan anak-anak muda awal 20-an atau mungkin kurang. Terlihat beberapa dari mereka yang sedang asik menggerakan tubuh mengikuti beat lagu yang dilantunkan oleh musisi yang sedang bermain, ada juga yang terlihat sedang asik merekam penampilan untuk dijadikan konten post media sosial, dan beberapa yang tertawa sembari bercengkrama dengan teman-temannya.

Festival ini dimeriahkan oleh Horse Planet Police Department, Dream Coterie, Barefood, Pijar, Polka Wars, Mondo Gascoro, Ardhito Pramono, RICEWINE, The Trees and The Wild, Yung Heazy, Mellow Fellow, serta Boy Pablo. Ada pula musisi dalam negeri yang patut untuk disaksikan diantaranya Pamungkas, Bilal Indrajaya, Garhana, Pemuda Sinarmas, serta toRa.

Penampilan yang ditunggu-tunggu oleh para penonton akhirnya naik ke panggung pada pukul sebelas malam. Ballroom Kuningan City yang tadinya terasa dingin menjadi panas terisi oleh teriakan penonton yang memanggil nama sang suguhan utama, Boy Pablo. Dengan usil musisi asal norwegia itu terlihat berakting seakan tidak mau naik panggung, namun diakhiri dengan gelak tawa sembari memainkan lagu pertama “Dance, Baby!” sontak seluruh pengunjung kembali berjerit, berlompatan dengan histeris. Semua terlihat bahagia, yang sendiri maupun berpasangan rasanya semua dimabuk kesenangan. Tak luput dengan saya yang datang dengan rasa sedih, tapi pada momen itu seakan seluruh masalah yang berada di pundak ketika datang sekejap hilang. Aksi panggung yang menggemaskan, dimana Boy Pablo terlihat melemparkan beberapa lelucon disetiap gerakannya serta interaksi dengan para personil band nya ditambah dengan kedekatan yang terasa dibangun dengan penonton sedari ia menginjakan kaki diatas panggung, menjadikan penampilan pria bernama asli Nicolás Pablo Rivera Muñoz sebagai highlight dari festival ini.

Lokatara Music Festival memang tak luput dari kekurangan, seperti adanya kemunduran jadwal ataupun beberapa performa dari penampil yang tidak maksimal karena faktor produksi seperti cahaya panggung yang cukup menusuk mata dan sound yang kurang memadai terutama di saat the Trees and the Wild tampil. Tetapi, raut muka pengunjung yang keluar dari lokasi panggung utama terlihat seperti mengalami malam yang menyenangkan. Sebagai promotor baru, Lokatara telah membuktikan eksistensinya dan perhelatan ini menjadi bukti mereka pantas bersaing dengan promotor lainnya.

About The Author