Bagi kalian penggemar musik stoner, sludge, atau pun musik gelap lainnya, mungkin sudah tak asing lagi dengan nama Maternal Disaster. Yap, Maternal Disaster adalah salah satu clothline di Bandung yang memang memiliki kontribusi besar terutama di bidang musik, apa pun jenisnya. Dalam rangka memperingati sebelas tahun kelahirannya, Maternal mengadakan sebuah pameran yang bertajuk “Only Death Awaits” yang dilangsungkan di Gedung Institut Francais Indonesia, dari tanggal 14 hingga 21 Desember 2014.

Pameran “Only Death Awaits” ini sendiri merupakan pameran yang bisa dibilang unik karena menampilkan interpretasi seniman rupa yang berkecimpung dalam dunia musik tentang kematian menurut sudut pandangnya. Seniman tersebut tentunya sudah memiliki nama di dunia industri kreatif di Bandung sebut saja Arian ‘Arian13’ Arifin (Seringai), Herry ‘Ucok’ Sutresna (Grimloc Records),  Tremor (Milisi Kecoa), Indra ‘Morrg’ Wirawan (Rajasinga), Kenji ‘Ken Terror’ (eks- Domestik Doktrin), Dendy Ramdan (UNKL347), SatNB (Pure Saturday/ eks- Ripple), Eben (Burgerkill), dan Astronaut Boys yang merupakan salah satu tokoh wheat-paste ternama di Kota Bandung.

Pameran ini menampilkan dua buah karya dari masing-masing tokoh yakni satu buah karya cetak, dan satu buah instalasi berupa clay tengkorak yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menggambarkan karakter dari masing- masing tokoh. Setiap tokoh tentu saja menampilkan ciri khasnya masing- masing misalnya Tremor yang terkenal dengan gambar horor ala Mark Riddick-nya, Morrg lewat cat minyak, dan juga Ken Terror yang menggunakan teknik pointilisnya yang mengagumkan.

Selain dari pameran, Maternal sendiri mengadakan konser musik yang bertujuan untuk membuka pameran ini pada hari pertama dan hari terakhir. Konser yang bertajuk sama dengan pameran yang diadakan ini tentunya menampilkan band- band yang memiliki unsur ‘gelap’ dan kematian yang begitu kental di dalamnya. Mereka antara lain; Haul, Jelaga, SSSLOTHHH, A.L.I.C.E, Daud, Matiasu, Vrosk, Kelelawar Malam, dan masih banyak lainnya.

Pada Minggu (14/12) pukul 18.00 acara dibuka dengan penampilan band sludge metal asal Jakarta, Vrosk yang kemudian dilanjut dengan penampilan band bergenre sama yakni Daud. Pada kesempatan kali ini, Daud yang sudah lama tidak terlihat di skena musik memberikan atmosfer baru lewat lagu yang dibawakannya. Daud yang dahulu memainkan musik yang cenderung ke arah southern rock dan bertempo cepat di beberapa bagian lagunya, kini mereka memainkan musik yang pure lambat. Riff- riff gitar yang berat seolah mengantarkan kita menuju fantasi hingga di akhir penampilannya Daud membangunkan kita lewat aksi melempar gitar.

Setelah penampilan dari Daud, duo stoner asal Jakarta, Matiasu  ‘mengacak- ngacak’ suasana kala itu. Penampilan kali ini memang agak berbeda, Matiasu yang biasanya bermain berdua kini menggaet bassist Heast, Suryo untuk ‘membombardir’ emosi penonton malam itu. Matiasu sendiri membawakan 5 buah lagu yakni 2 lagu yang merupakan materi dari album terbaru mereka, 2 lagu dari album Doom Dance yakni “Hallucination” dan “After Dark” dan “Snowblind” yang diambil dari Vol.4-nya Black Sabbath. Dari kesemua lagu, mungkin “Snowblind” memberikan efek yang paling signifikan pada penonton. Pasalnya, sang vokalis sekaligus gitaris, Iqra berhasil membawa kita pada atmosfer Black Sabbath di era-nya Ozzy Osbourne.

Mendekati akhir acara, Haul pun mulai meramaikan suasaan lewat dark- hardcore yang diusungnya. Atmosfer kegelapan berhasil didapat. Band asal Cimahi yang pernah merilis album split dengan Avhath ini membuka penampilan mereka dengan riff- riff stoner seperti band sebelumnya, namun seiring dengan larutnya malam, tempo mereka pun menjadi semakin naik lewat lagu- lagu yang disajikan pada album Rima Penghitam Cakrawala seperti “Abadian” dan “Rima Penghitam Cakrawala”.

Acara musik ini pun ditutup dengan penampilan band pop alternatif asal Bekasi, Barefood. Meskipun hanya terdapat lima band yang mengisi di acara ini, tak usah kalian kecewa karena masih ada lagi penampilan dari Kelelawar Malam, A.L.I.C.E, SSSLOTHHH, dan banyak lainnya minggu depan nanti. Selain dari itu, gelaran pameran masih akan dibuka selama 5 hari ke depan. So, stay tuned!

About The Author

Seorang persona non-grata, terasingkan di planetnya sendiri. Berimpian untuk pindah ke galaksi Andromeda dan membangun kehidupan baru bersama debu- debu kosmik.