Untuk menutup bulan Februari di tanggal kabisat ini, Gilanada akan membawa sesuatu yang sedikit berbeda. Tidak melulu bicara tentang musisi independen Tanah Air, ataupun artis lokal dengan label terkenal. Di bulan penuh cinta ini, saya akan memberikan sedikit sentuhan warna untuk Gilanada. Percikan cinta kali ini datang dari seorang wanita yang sudah berusia setengah abad (lebih sedikit) bernama Rini (nama asli disamarkan). Ia memberikan cintanya untuk boyband asal Korea Selatan yang namanya sudah mendunia: BTS. Sebelumnya, materi ini didapatkan dari hasil pengamatan saya setiap harinya. Perempuan ini tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu saya sendiri, yang sudah tercemplung ke dalam dunia Kpop sebelum saya hadir di dunia ini. Ada sebuah pepatah dari Bowo Alpenliebe yang mirip dengan situasi ini; Lo baru nyemplung, gue udah kering. Tapi bedanya, Rini masih ‘menyelami’ lautan Kpop hingga saat ini.

Sedikit pengantar, Rini sudah menjadi Kpopers (sebutan bagi mereka-mereka penggemar artis atau musisi asal Korea Selatan) sejak akhir tahun 90-an. Rini tergabung menjadi bagian dari pioneerfan base‘ Kpopers di Indonesia. Coba bayangkan, siapa sih orang Indonesia yang suka Kpop di zaman itu? Meski dahulu sudah ada grup-grup seperti H.O.T, Sech Kies, Shinhwa, dsb, tetapi dunia dan artis Kpop baru ‘kondang’ ketika generasi kedua Kpop dimulai sekitar tahun 2000-an hingga 2010 awal. Super Junior menjadi salah satu titik awal Kpop mulai dikenal khalayak global, bahkan sampai ke Indonesia dengan hit song mereka yang berjudul “Sorry Sorry”.

Rini adalah salah satu dari fans Suju (singkatan Super Junior) yang biasa disebut ELF. Sebelumnya, ia juga jatuh cinta dengan grup bernama Shinhwa (yang sebelumnya sudah saya sebutkan), bahkan pernah mendatangi fan meeting salah satu membernya hingga ke negeri ginseng tersebut. Di zaman itu, mungkin sudah merupakan hal lumrah apabila kebanyakan Kpopers sudah bekerja atau setidaknya berumur diatas 20 tahun. Berbeda dengan sekarang, di mana kebanyakan penggemarnya merupakan ABG, bahkan anak SD. Zaman dahulu, ketika mengakses internet tidak semudah sekarang, Rini sangat gemar mengoleksi CD, VCD, hingga DVD grup-grup kesukaannya. Mulai dari konser hingga reality show, koleksinya masih tersimpan apik di lemari bawah TV kamarnya hingga sekarang.

Kecintaan Rini terhadap para lelaki korea ini tidak berakhir sampai situ saja. Di umur Rini yang sudah melewati setengah abad, baru-baru ini, ia ‘truly, madly, deeply in love‘ dengan boyband pelantun “Boy With Luv”, yakni BTS (yang lagunya sudah ada di mana-mana termasuk radio nasional).

Sedikit sneak peek, kecintaannya terhadap BTS adalah yang paling ‘extra’ diantara kecintaan Rini terhadap grup-grup lainnya. Mari, simak lebih lanjut.

Rini ‘menemukan’ BTS ketika sedang menonton acara musik akhir tahun (ps: di Korea, akhir tahun menjadi momen di mana para musisi menampilkan lagunya yang dikemas dengan konsep baru, berbeda dengan konsep-konsep yang biasa ditampilkan di music show mingguan). Oke, agar lebih mudah untuk dibayangkan, lagu yang biasa musisi-musisi ini tampilkan di program Dahsyat akan sedikit berbeda konsepnya ketika mereka tampil di AMI Awards (sudah kebayang, kan?). Jika bicara mengenai stage performance BTS, saya akan mengacungi dua jempol untuk mereka. Penampilan live dari BTS memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Tak heran, sekarang makin banyak orang yang tersihir akan bakat-bakat dari member BTS– Rini salah satunya.

Setelah menemukan ‘cinta’-nya, Rini mulai giat menonton stage performances, reality show, hingga vlog dari BTS. Setelah hari yang panjang dan stressful di kantor, hal pertama yang ia lakukan adalah menyalakan TV dan menonton video-video BTS hingga tertidur. Pagi harinya, Rini bergegas ke kantor ditemani lagu-lagu BTS. Sesampainya di kantor, lagu yang diputar adalah lagu BTS. Bisa dikatakan Rini ini adalah ‘bucin’ BTS. Mulai dari pagi hingga malam, hari-harinya selalu ditemani oleh BTS, baik dari segi visual maupun audio.

Image result for bt21
Karakter BT21. Sumber: LINE Friends Store

Eitss, belum selesai sampai situ. Apakah kalian familiar dengan BT21? Bagi yang belum, BT21 merupakan tokoh kartun yang merefleksikan tujuh anggota BTS. Karakter-karakter lucu ini hadir dalam bentuk merchandise dan LINE stickers. Beberapa waktu lalu, LINE Pop Up Store mengadakan event di Mall Senayan City. Event tersebut menjual aneka ragam merchandise BT21 beserta instalasi-instalasi lucu. Untuk bisa masuk kesana ternyata tidak bisa asal masuk, karena pengunjung harus rela antri berjam-jam hanya untuk bisa masuk ke area Line Pop Up Store dan membeli merchandise BT21.

Kecintaan Rini terhadap BTS menjadi pendorong baginya untuk mengunjungi store tersebut sebanyak dua kali. Ia membeli beberapa merchandise BT21 yang diburu banyak orang. Hal serupa juga terjadi ketika salah satu brand clothing asal Jepang melakukan collab dengan BT21, di mana kaos-kaos hasil collab diburu oleh para ARMY (sebutan bagi fans BTS) yang lagi-lagi rela mengantri ular-ularan agar tidak kehabisan baju yang mereka idamkan. Rini menjadi salah satu ARMY yang berhasil mendapatkan baju idamannya. Lagi-lagi, ia melakukan ini karena kecintaan Rini kepada BTS sudah melampaui batas normal-nya.

Tak hanya offline, Rini juga mendapatkan merchandise BT21 secara online. Mulai dari pulpen karakter, boneka, hingga mouse yang bergambar BT21, terkadang dibeli dalam jumlah banyak. Hampir semua barang yang ia miliki memiliki unsur BTS. Karena Rini berjiwa sosial, tak lupa ia bagikan merchandise tersebut kepada teman sesama Army nya secara cuma-cuma.

Biasanya, kebanyakan ibu-ibu (wanita yang sekarang memiliki anak berusia young adult keatas) menggunakan media sosial untuk update kehidupan mereka dengan anak maupun teman-temannya, namun, tidak dengan Rini. Meskipun ia terkadang juga melakukan hal tersebut, most of the time ia gunakan akun media sosialnya agar tidak ketinggalan update kehidupan BTS dan pastinya: Fangirling! Instagram maupun Twitter ia gunakan untuk like dan retweet segala konten yang berbau BTS. Saya sih, tidak heran, berhubung Rini sudah menyukai Kpop sebelum orang lain suka, namun Kpopers remaja selain saya dibuat bingung olehnya. Hal yang Rini lakukan tidak ada bedanya dengan apa yang mereka lakukan sekarang. Mulai dari koleksi merchandise, menonton reality show, dan agenda utama nya: Fangirling. Bahkan Rini sempat dua kali menonton konser BTS yang hadir di layar kaca, tak lupa sambil mengenakan baju BTS. Kecintaannya terhadap BTS memang sudah tiada banding.

Namun, setelah diperhatikan lebih jauh lagi, hal ini ia lakukan sebagai ajang refreshing dari kehidupan kantornya yang sangat amat hectic. Dengan agenda meeting yang tiada henti, BTS menjadi pengobat stres Rini di kantor. Ibarat sepasang newly wed couple, ketika sang pasangan pulang kantor dan menemui belahan jiwa nya di rumah, beban kantornya seakan hilang. Syukurlah, Rini menemukan stress reliever sekaligus ‘belahan jiwa virtual-nya’ yang seringkali menimbulkan tawa setelah harinya yang melelahkan.

Cinta tidak melulu bicara soal sepasang manusia yang saling suka dan sayang. Cinta bertepuk sebelah tangan ini menjadi buktinya. Meskipun BTS tidak mengenal Rini, namun Rini sudah merasa bahagia dan terhibur hari-harinya. Ini menjadi bukti bahwa untuk mendapat kebahagiaan, tidak harus berasal dari seseorang yang juga mencintai diri kita. Termasuk saya, yang sudah sangat bahagia hanya dengan mencintai grup-grup asal Korea Selatan lainnya.

About The Author