Tepat pada 26 Maret 2021 atau sekitar lima tahun lalu, Lomba Sihir memperkenalkan diri kepada khalayak sebagai pendatang baru di chart musik Indonesia lewat album berjudul Selamat Datang di Ujung Dunia.
Kalau menelisik para personelnya, sebenarnya wajah-wajah ini bukan orang baru. Sebelumnya, mereka dikenal sebagai band pengiring Hindia. Dari situ, ekspektasi publik terhadap Lomba Sihir sudah terbentuk bahkan sebelum mereka benar-benar “resmi” jadi band.
Di awal kemunculannya, Lomba Sihir beranggotakan enam personel. Baskara Putra (vokal), Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (vokal, gitar), Wisnu Ikhsantama (bas, vokal), Tristan Juliano (keyboard, vokal), dan Enrico Octaviano (drum).
Menariknya, sebelum album ini dirilis, mereka sudah “membocorkan” kisahnya lewat dua single: Hati dan Paru-Paru (26 Februari 2021) dan Ada Apa Asmara (12 Maret 2021).
Album Selamat Datang di Ujung Dunia berisikan 12 trek yang jika didengarkan lagu per lagu rasanya memiliki warnanya sendiri. Ibarat makanan mungkin album ini seperti “Gado-gado” yang beragam bahan di dalamnya. Dan benar sekali rasanya tiap lagu punya anthem bagi tiap kisah anak muda. Mau itu ketika sedang senang, sedih, ataupun marah sekalipun atas kebijakan pemerintah yang dibuat tak menyejahterakan masyarakatnya.
Secara umum, benang merah album ini memang dekat dengan kehidupan anak muda usia 20-an, terutama mereka yang hidup di kota besar seperti Jakarta—dengan segala kecemasan, privilese, dan kebingungannya.
Berikut adalah lima pilihan lagu yang setidaknya kalian tahu dari album Selamat Datang di Ujung Dunia.
Kota memburu anak yang lugu
Jadilah licik seperti hantu
Sedikit senyum palsu
Bawa luaran baru
Tertawalah walau tak lucu
Kenakan sepatu terbaikmu
Kau jaga hati dan paru-paru
Dari taring tajam malam minggu
Hati dan Paru-Paru – Lomba Sihir
Pelukan hangat bagi kita semua yang sedang melangkah keluar rumah demi mencari arah dari harapan yang selalu kita panjatkan. “Hati dan Paru-Paru” seakan menjadi anthem terhadap orang yang berumur 20-an di mana masa mencari harapan dan kepastian akan masa depan berkarir.
Siapa yang kaulindungi selain dirimu?
Siapa yang ‘kan peduli jika kau pergi?
Betul, namun tetap tak akan mudah
Kau bukanlah seorang penyerah
Semua pun lelah dan jengah
Kali ini berserah
Mungkin sudah yang terbaik
Mungkin kar’na kakak adik
Mungkinkah terlalu nyaman?
Mungkin takut perubahan
Mungkin Takut Perubahan – Lomba Sihir
Kamu pernah merasa tak nyaman ataupun gelisah dengan adanya perubahan??? Lagu ini sebenarnya tak mencoba untuk memberikan afirmasi atas perasaan tersebut. Tapi, setidaknya mengisyaratkan untuk berserah diri karena setidaknya kita pernah melakukannya dengan yang terbaik.
Jika ada yang harus diingatkan, ya, pasti hanyalah diriku
Bahwa banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu
Berhenti mengira hanya aku yang paling pantas untuk mengeluh
Semua kepingan baik akan datang, namun m’reka perlukan waktu
Semua Orang Pernah Sakit Hati – Lomba Sihir
Ini saatnya untuk muhasabah. Seperti memberi cermin kepada kalian yang selama ini selalu meninggikan diri sendiri, tanpa pernah mengintrospeksi. Lagu yang menyadarkan bahwa ternyata kita hanya perlu meluangkan waktu saja untuk diri sendiri sambil selalu mengingat kembali atas apa yang telah kita perbuat.
Kau bakar dan lempar dan putarbalikkan
Sejarahku asal tunjuk asu hilang
Hilangkan andilku adil katanya kar’na
Kami nirguna nirlaba si
Internet ekonomi
Salah kami lagi
Istana bencana
Salah kami lagi
Orang hilang peluang
Salah kami lagi
Tak peduli tak peduli
Aku tak peduli
Nirrrlaba – Lomba Sihir
Memotret kekeselan masyarakat yang selalu disalahkan karena perilakunya. Padahal sebenarnya pemerintah saja yang tak becus dalam menaungi dan membersamainya.
Mimpi-mimpimu yang tumbang menopang bandara
Persilakan yang datang tuk pertaruhkan jiwa
Semoga tak patah hati, waras aman sentosa
Semoga tak disalahkan macam narapidana
Daratan turun, juga niatmu bertahan
Air laut naik, pun niatmu pamitan
Ujung dunia mengerti Ia penuh cobaan
Jika sekarang waktunya, maka selamat jalan
Selamat jalan
Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 6 (Selamat Jalan) – Lomba Sihir
Terima kasih bagi kalian yang sudah mengusahakan sebegitunya dan juga bagi yang selalu ingin bertahan. Mungkin ini adalah pesan cinta bagi kalian. Akhirnya kita semua paham bahwa hal yang tak tercapai selama ini kita kejar, bisa jadi di kemudian hari nanti akan yang menjemput kita sendiri.
Buat Lomba Sihir, terima kasih setidaknya telah membuat album ini yang bisa ngebuat gua sadar kembali atas apa yang mungkin terjadi ke depannya pada fase penuh ambiguitas ini.