Holy City Rollers merilis single terbaru berjudul “Love It or Hate It” pada Kamis (05/03). Lagu ini menjadi langkah lanjutan menuju album penuh kedua mereka, Mystery of Sound, yang dijadwalkan rilis pada pertengahan 2026.
Rilisan ini melanjutkan arah musikal yang sebelumnya diperkenalkan lewat “Where Have You Been” pada Oktober 2025 lalu. Jika lagu tersebut terasa lebih reflektif dan personal, “Love It or Hate It” hadir dengan sikap yang lebih tegas. Holy City Rollers mencoba membedah sebuah momen disonansi yang akrab bagi banyak orang: rasa kecewa saat menyadari bahwa sosok yang kita idolakan ternyata memiliki sudut pandang yang bertolak belakang.
Mesa Sinaga, vokalis sekaligus gitaris Holy City Rollers, menjelaskan bahwa lagu ini adalah bentuk penerimaan terhadap perbedaan tersebut.
“Lagu ini tentang melihat idol lo dalam some sense, tapi ternyata perspektifnya beda sama lo. Tapi nggak apa-apa. Love it or hate it,” ujar Mesa sang personel dalam siaran pers.
Alih-alih menjadikan perbedaan sebagai konflik yang harus dimenangkan, Holy City Rollers memaknainya sebagai bagian dari proses menjadi lebih dewasa.
Secara musikal, trek ini masih membawa DNA indie rock dengan sentuhan pop 1960-an yang menjadi identitas mereka sejak era First Chapter of Allordia (2007). Namun, di bawah tangan dingin Franki Indrasmoro (Pepeng) sebagai produser, Holy City Rollers terdengar lebih straightforward. Hal ini pun tertuang dalam penggalan liriknya: “you taught me how / to see the way just as it is / by being mean”. Ada pengakuan jujur bahwa terkadang, benturan perspektif justru menjadi cara kita melihat dunia secara apa adanya.
Pengerjaan teknis dari Caturadi Septembrianto di bangku mixing dan mastering berhasil memberikan tekstur yang modern tanpa menghilangkan kesan vintage yang menjadi karakter mereka. Menariknya, Holy City Rollers seolah ingin menegaskan bahwa di usia band yang hampir menginjak dua dekade, mereka sudah “selesai” dengan urusan validasi. Sesuai judulnya, mereka menawarkan pilihan biner kepada pendengar: cintai atau benci.
Melalui “Love It or Hate It”, Holy City Rollers tidak hanya sekadar merilis lagu baru, tapi juga menawarkan sebuah cara pandang dalam menyikapi perbedaan: bahwa berbeda itu biasa, dan yang paling penting adalah tetap melangkah dengan frekuensi sendiri.